Bismillaahirrahmaanirrahiim
Atas nama penguasa cinta di seluruh jagat raya
KAFIR
Orang-orang tak kunjung berhenti membicarakan kecelakaan naas yang terjadi di Kota Batu, tepatnya di Jl. Panglima Sudirman, yang telah merenggut nyawa 9 orang mahasiswa dari berbagai PT di kota Malang. Televisi dan surat kabar membahas habis-habisan peristiwa itu, bahkan ada salahsatu surat kabar terbitan Malang yang menampilkan secara detail foto-foto para korban yang membuat bulu roma bergidik. Mengapa peristiwa itu begitu menggemparkan? Hari Kamis, 16 April 2009 pukul 00.30 WIB.. sebuah mobil berplat DK bermuatan 9 orang menabrak sebuah pohon, dan seketika itu juga 9 orang itu tewas, tak terselamatkan. Saat itu juga mereka berpulang, kembali kepada pemilik-Nya. Kemudian muncullah berbagai isu di masyarakat. Ada yang bilang kecelakaan tunggal itu karena kelebihan muatan (sumber dari surat kabar), ada juga yang mengatakan adanya kelalaian pengemudi (desas-desus khalayak), atau ada lagi yang bilang karena faktor kendaraan yang tidak layak alias ban pecah (sumber surat kabar). Namun semua kemungkinan itu tak jadi soal penting bagi orang-orang. Justru orang-orang sibuk membicarakan 'detik-detik' sebelum malaikat datang menjemput rombongan mahasiswa-mahasiswi itu. "Mereka baru saja berpesta pora," kata seorang warga di sekitar tempat kejadian. "Mungkin ini peringatan bagi mereka, mereka membayar seluruh 'kesenangan' yang telah mereka nikmati bersama," seseorang berkata seolah-olah anak-anak itu pernah berhutang sesuatu padanya.
Hari-demi hari berlalu, namun komentar kejam terus bergulir. Banyak orang merasa 'ngeri' mengenang kejadian itu. Bukan, bukan karena kejadian itu, namun bagaimana cara orang-orang itu berpulang,. (maaf, tulisan ini tidak membahas secara detail tentang kejadian ataupun para korban, anda bisa membaca koran atau membaca google news). Banyak sekali orang mengatakan bahwa mereka tewas dengan cara yang (maaf) tidak baik. Beberapa orang melihat itu dengan sebelah mata, seolah-olah mereka (para korban) adalah orang-orang kafir yang baru saja mendapat azab. Dan setiap hari, topik tentang 'ganjaran bagi orang kafir' terus bermunculan.
Orang-orang yang berbicara tentang kekafiran, apakah kalian tau apa itu kafir? siapakah orang-orang kafir itu? Apakah orang-orang yang suka menghina, mabuk-mabukan, mencuri, atau berzina? Bagaimana dengan orang-orang yang suka berbicara tentang kekafiran? apakah mereka juga termasuk dalam golongan itu? Bukankah orang-orang yang mencuri, mabuk, dan berzina itu juga makan, minum, dan tidur, sama seperti kalian? Bukankah mereka juga punya cinta di hati mereka? Berarti orang-orang itu sama dengan kita! Lalu siapakah kaum kafir itu sebenarnya? Apakah orang-orang yang di dalam hidupnya banyak berbuat dosa, namun tak sekalipun ia pernah membicarakan aib saudaranya, ataukah orang-orang yang di dalam hidupnya banyak beramal, namun tak henti-hentinya membicarakan keburukan dan aib saudaranya??
Ketika engkau merangkai kata-kata untuk menggambarkan aib saudaramu, saat itulah engkau memakan bangkai mereka.
6:25 PM
|
Labels:
event
|
Tula's Family
persahabatan yang indah
My Diaries
tempat mencurahkan segala rasa
Bali Bagus
sebuah euforia
Kemanakah kaki (kaki) ini akan melangkah...?
JOLOTUNDO
sebuah tempat bersejarah yang "mistis"
About Me
My facebook
Who's coming?
Pretend u’re happy when u’re blue
It isn’t hard to do
U’ll find happiness without an end
Whenever u pretend :)
Tulus - Sincere
sanggup memberi tanpa harus menerima----- giving without asking any return
Prophet Muhammad said.."Do the businesses for your life as if you would live forever
AND do the obligations for the life after death as if you would
die tomorrow."
Buddies
persahabatan dengan sejuta kisah
GOOD FRIEND is someone who’s like…
A blanket- gives you warmth
A house- gives you shelter
Perfume- gives you fragrance
Milk- gives you nutrition
Cloth- gives you protection
Yet,
BEST FRIEND is the one who’s like…
A mother- gives you everything,
but asks you nothing in return


2 comments:
Saat harus bicara dengan kedewasaan, ketika berada di tingkat keimanan tertentu(belum semua orang mencapainya), kita harus mampu jujur pada diri sendiri dan menghilangkan TOLERANSI demi urusan yang lebih besar menyampaikan sebuah HIKMAH untuk keselamatan saudara yang lain.
Orang kafir yang tidak membicarakan aib sodaranya tetap saja kafir. G lebih baik dari apapun.
Kamu harus ngerti hasil visumnya, deskripsi keadaan korban saat di TKP, seperti apa pohonya (ALLOH lebih memilih melindungi pohonya. Gaib disini adalah tentang kuasa ALLOH, bukan gaib mistik). Baru kamu bisa mengambil kesimpulan.
Ghibah (ngrasani) membicarakan aib beda dengan menyampaikan Hikmah. ALLOH melarang orang untuk membicarakan aib. Email me if u want a detail about it's differences (doktorfreak@ymail.com)
Mereka pantas dikasihani, tapi bukan dari kacamata "...tinggal wisuda trus mati". Yang lebih pantas untuk dikasihani mungkin adalah Ortunya.
Kamu harus ngerti definisi kafir agar kamu tau ketika kamu mulai jadi kafir. Makan makanan yang sama bukan berarti Sama.
Kejadian itu adalah HIKMAH untuk disampaikan secara benar kpd saudara kita, bukan untuk ditutup-tutupi. Kejadian itu akan saya ceritakan kpd keturunan saya kelak agar menjadi pelajaran.
Diatas kamu menyindir orang yang membicarakan kejadian yg menurut kamu musibah, lalu mana tulisanmu tentang orang yang menyebarluaskan kebaikan. G ada ya ??? Memang, sekarang bangsa kita sedikit% Nahi Munkar.
Berikut mungkin bisa kamu renungkan, semoga kamu adalah Muslimah :
***S U R A T A L - M A A I D A H 67
Hai Rasul, sampaikanlah apa yang di turunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.
***S U R A T A L - H I J R 94
Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik.
***S U R A T A L - B A Q A R A H 6
Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman.
***S U R A T A L - B A Q A R A H 66
Maka Kami jadikan yang demikian itu peringatan bagi orang-orang di masa itu, dan bagi mereka yang datang kemudian, serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa
***S U R A T A R - R A ' D U 11
Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.
***S U R A T A L - A N ' A A M 44
Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami-pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.
Just relax friend. Aku sendiri bukan orang sempurna. Ok. Smoga ALLOH Memberi Kita Petunjuk dan Ampunan, Melindungi Kita Agar Tidak Menjadi Golongan Mereka. AMIEN ya ALLOH.
dr. freak, terima kasih atas commnetnya. two thumbs up! saya senang dengan orang yang tidak menerima begitu saja apa yang dilihat dan didengarnya, tapi merenungi dan memikirkan secara hati-hati (thinking deep). Ya, tentu saja saya seorang muslim dan tidak asing dengan kutipan yang anda sarikan dari AlQur'an. Namun jujur saya adalah orang yang masih belajar, dan selalu haus akan ilmu. Dan tulisan tentang Kafir di blog ini sebenarnya bukanlah sebuah tulisan yang sama seperti di lembar dakwah. Tulisan ini hanya sebuah ungkapan hati seorang yang tidak sanggup melihat sebuah kecelakaan dijadikan lelucon, hanya saja beberapa kata sedikit meminjam istilah-istilah dalam Islam (karena saya seorang muslim). Sekali lagi terima kasih telah berbagi ilmu, semoga kita tak pernah lelah dan bosan untk terus belajar.
Post a Comment